Hampir dua tahun ini setiap hari penonton televisi menikmati suguhan acara musik yang hampir seragam di beberapa stasiun televisi. Dimulai oleh acara Inbox di SCTV pada jam 07.30 wib, diteruskan oleh Dahsyat di RCTI pada jam 09.00 wib. Hampir bersamaan dengan Derings di TRANSTV yang mulai pada jam 09.30. ANTV menyuguhkan Mantap pada jam 16.00 wib, diteruskan TRANS 7 dengan On The Spot nya pada jam 18.00 wib. Bahkan pada jam 02.30 dini hari, SCTV kembali menyiarkan Playlist yang diputar ulang.
Delapan puluh persen acara-acara musik tersebut memiliki konten yang sejenis : performance band, klip musik, penonton dengan format festival, sampai kolaborasi host yang heboh dan ramai. Bila konten musik yang menjadi point utama sudah sangat seragam, maka pekerja televisi dituntut berpikir lebih kreatif dalam mengemas item-item pendukung lainnya.
Host, presenter atau pembawa acara merupakan salah satu item pendukung yang perlu diperhatikan. Namun terkadang menjual nama besar saja tidak cukup. Contohnya Dering (transtv) yang sepertinya tidak cukup berhasil memakai artis Sandra Dewi sebagai pembawa acara. Pemirsa penggemar sinetron dan film tentu tidak asing dengan wajah Sandra Dewi. Namun untuk menjadi pembawa acara, sepertinya Sandra Dewi masih harus belajar banyak.
Tidak mudah menentukan presenter yang pas untuk sebuah acara. Apalagi mengkolaborasikan beberapa artis yang berbeda. Itulah sebabnya beberapa acara televisi melakukan beberapa kali pergantian presenter. Hal ini tentu saja untuk mencari format karakter yang paling cocok. Pemilihan host yang tepat justru bisa membuat presenter sebagai point utama yang ditunggu pemirsa, menggeser konten musik yang bisa dijumpai di stasiun televisi utama. Hal ini terbukti pada tiga host Dahsyat (RCTI) yaitu : Luna Maya, Olga, dan Raffi Ahmad.
Luna Maya
Luna Maya mengawali kariernya sebagai model iklan dan catwalk. Dunia peran mulai dijajakinya pada tahun 2004 sebagai pemeran pendukung lewat film 30 Hari Mencari Cinta. Setelah itu, namanya di dunia sinetron dan film mulai terdengar. Di tengah menanjaknya karir Luna di dunia hiburan, berbagai berita tak sedap pun kerap menimpanya. Mulai dari hubungan kontroversial nya dengan Ariel, vokalis grup band Peterpan, perseteruannya dengan pihak infotainment, sampai namanya yang sempat dicatut situs porno. Walaupun demikian, Luna berhasil mencatat beberapa prestasi, seperti penghargaan ‘Special Mention’ untuk film pendek yang disutradarainya ‘Suci and the City’ di Awarding Night LA Lights Indie Movie. Luna pun pernah menjadi salah satu artis pembawa obor Olimpiade 2008. (sumber : Wikipedia).
Dengan menjadi host di acara musik Dahsyat, bisa dibilang saat ini Luna mencapai puncak popularitas nya. Tahun 2009 kemarin Indonesia’s Showbiz Insiders menetapkan Luna sebagai #1 Highest Paid TV Star 2009, dan #3 Highest Padi Actress 2009. Wah.. !!
Olga Syahputra
Olga Syahputra bisa dibilang sebagai artis multi talenta. Di usianya yang 27 tahun di tahun 2010 ini, berbagai profesi disandangnya mulai dari actor, pelawak, pembawa acara, hingga penyanyi. Olga pertama kali dikenal pada saat ia bermain di film Lenong Bocah. Namun namanya mulai diperhitungkan pada saat ia sukses memerankan waria di progam komedi Extravaganza ABG (Trans TV). Karirnya terus melejit sampai ia memenangkan penghargaan sebagai Presenter Acara Variety Show Music terFavorit dan Pelawak Terfavorit dalam ajang Panasonic Award ke 12 (sumber : Wikipedia).
Saat ini Olga masih wara wiri di sejumlah acara regular seperti Online (Trans TV), Oh My God (antv), dan tentu saja Dahsyat (RCTI). Di tengah penghargaan dan pujian sebagai artis serba bisa, Olga pun pernah melakukan kesalahan. Mengutip Wikipedia, dalam salah satu tayangan Dahysat, pada saat Luna Maya menyampaikan berita duka cita atas gempa yang menimpa Chili, Olga menanggapi ucapan rekannya tersebut dengan berseru : “Ha ? Chilli ? Sambel kali !” Beruntung bagi Olga, ucapan spontan tersebut tidak memicu kritik atau debat berkepanjangan. Beberapa kalangan juga menilai lawakan Olga yang cenderung kasar dan menyakiti secara fisik. Namun sepertinya hal-hal tersebut tidak berpengaruh besar terhadap karirnya.
Raffi Ahmad
Bagi penggemar sinetron, wajah Raffi Ahmad tentunya sudah tidak asing lagi. Ia bisa dibilang sebagai salah satu artis papan atas saat ini. Debutnya dimulai dari dunia sinetron, dan berhasil mengembangkan karirnya menjadi bintang iklan, presenter dan penyanyi. Nama Raffi mulai melejit dalam sinetron Senandung Masa Puber, saat ia menjadi pemeran utama bersama artis Bunga Citra Lestari. Sejak itu, Raffi terus menerus muncul di sinetron, FTV, sampai layar lebar. Karirnya sebagai penyanyi dimulai dengan grup vocal Bukan Bintang Biasa (BBB) asuhan Melly Geoslaw. (sumber : Wikipedia). Secara kualitas vocal, grup yang terdiri dari beberapa pesinetron top ini sepertinya masih harus belajar banyak, namun beberapa lagunya seperti Putus Nyambung dan Let’s Dance Together ternyata meraih sukses.
Di tahun 2009 Raffi disebut sebagai salah satu artis dengan bayaran termahal. Sebagai presenter, selain Dahsyat, Raffi juga hadir bersama Olga Syahputra di program games Oh My God (antv). Namun Raffi juga tetap eksis di dunia acting, dengan bermain di beberapa judul FTV, sineteron Buku Harian Baim, hingga sitcom OKB. Selain itu Raffi juga kembali dengan single terbaru Johan (Jodoh di Tangan Tuhan) dimana dia berduet dengan artis yang pernah menjadi kekasihnya, Laudya Chintya Bella. Mereka hadir dengan nama Rabel atau Raffi/Bella. (sumber : Wikipedia). Di luar itu, tentu saja, hubungan Raffi dengan penyanyi Yuni Shara pun masih menjadi makanan sehari-hari pekerja Infotainment.
Berhasilnya sebuah kolaborasi
Tim produksi Dahysat (RCTI) boleh merasa bangga karena telah menemukan kolaborasi presenter yang terbukti dahsyat. Di luar nama-nama besar Luna Maya, Olga Syahputra, dan Raffi Ahmad, ketiga artis tersebut pun sedang kencang diberitakan media massa baik karena prestasi maupun kasus-kasus yang menimpanya. Sepertinya saat ini baru di program Dahsyat presenter tidak sekedar menjadi tempelan dan ‘syarat’ belaka. (DLN)